Thank You!

 


Heyy.. hallo... apa kabar kamu? aku harap sehat-sehat yaa... 

Malam hari ini aku ingin membahas tentang self-development and pandemic. Dulu di awal masa pandemi, jujur bayanganku kehidupanku akan suram. Iya suram.. tidak bisa kuliah tatap muka, tidak bisa bertemu teman, tidak bisa beraktivitas dengan normal, disana sini banyak korban berjatuhan, krisis ekonomi, parno sendiri, dsb. Tapi.. kita tidak bisa terus menerus tenggelam dalam pikiran yang tidak-tidak tentang pandemi bukan? Kita boleh khawatir, boleh cemas, boleh takut. Tapi.. tidak seharusnya kita menjadikan ketakutan itu batasan untuk kita berhenti mengembangkan apapun yang ada pada diri kita. Perlu disadari bahwa masih banyak hal-hal yang bisa kita lakukan, kembangkan dan pelajari di tengah keterbatasan ini.

Okay, now let me tell my story. I hope after I share my story, you will get new insights. Happy reading!! Jadi, dulu waktu sebelum pandemi aktivitasku hanya kuliah dan kegiatan kepanitiaan. Memang kepanitiaan juga bikin aku berkembang seperti mendapatkan ilmu baru, relasi baru, pengalaman beroganisasi, dll. Tapi langkahku terhenti sampai pada titik aku bisa join kepanitiaan saja, aku terlalu takut untuk berkembang dan mencoba join organisasi atau kegiatan lain yang belum pernah kucoba sebelumnya.  

Satu setengah tahun aku menjalani hari-hari seperti itu, tiba-tiba sistem perkuliahan menjadi online. Aktivitasku berubah menjadi individu yang berperan sebagai mahasiswa dengan kewajiban mengikuti sistem pembelajaran online dan berperan sebagai anak yang membantu pekerjaan orang tua. Setelah tiga bulan aku menjalani aktivitas itu, karena jenuh aku mulai mencari-cari sesuatu yang bisa aku kerjakan atau kegiatan lain yang bisa aku ikuti. Tiba-tiba aku mulai memberanikan diri mengikuti organisasi kampus, mulai belajar bikin kue dan memulai bisnis online jualan kue, aku juga mulai belajar menulis segala isi pikiranku melalui blog, dsb. 

Aku juga mulai cari-cari kegiatan dari instagram seperti volunteer, internship, campaign, dsb. Ternyata, Tuhan mendengarkan doaku, Tuhan ingin aku belajar untuk keluar dari zona nyaman. Agustus 2020, aku diberi kesempatan bergabung dengan salah satu platform online webinar hingga sekarang.  September 2020, aku diberi kesempatan bergabung dengan sebuah komunitas yang berisi tentang hal-hal positif dan how to be agent of change. Tentunya dibalik keberhasilan ini aku juga mengalami kegagalan, aku sempat ditolak di 5 organisasi dan 2 program internship. Memang kegagalan ini sempat membuatku terhenti, tapi aku tidak menyerah dan terus mencoba sambil memperbaiki kesalahanku di masa lalu. 

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak yang aku pelajari dari organisasi dan komunitas tersebut. Salah satunya adalah aku semakin berani mencoba sesuatu yang belum pernah kucoba sebelumnya. Mulai dari mencoba mengambil keputusan yang besar, mencoba menulis konten untuk edukasi, lebih percaya diri untuk speak up, bahkan mencoba untuk memenuhi pikiran dan sosial mediaku dengan hal-hal yang lebih positif. Namun aku sadar dibalik keberhasilanku yang sekarang bukanlah akhir dari pencapaianku. Masih banyak hal lain yang perlu kuperbaiki, kupelajari. Aku masih perlu belajar menerima segala kelebihan dan kekuranganku, aku perlu belajar bagaimana cara mengembangkan potensiku, aku juga perlu belajar menghargai diriku sendiri dan kalian orang-orang yang selalu mendukungku.

Terima kasih yaa kamu sudah mendukungku, aku sangat menghargai itu, aku tidak bisa membalas kebaikanmu. Maka dari itu, biarlah Tuhan yang membalasnya. Terima kasih banyak, berkat dirimu aku bisa jadi pribadi yang sekarang ini. Berkat kamu aku bisa berkembang dan lebih percaya diri. Karena itu, aku juga yakin kamu pasti bisa berkembang dan berhasil. Once again, thank you. 

"even though at the beginning everything looks difficult for you to pass, but remember God also always gives you one opportunity to succeed through it. So try and fail or not try and fail at the start is all up to you"

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khusus buat Jobseeker

Koin Tanpa Angka

Se-spesial apa ya aku di hadapan Tuhan?