Khusus buat Jobseeker

         Masa-masa rapuhnya Jobseeker.

Heyy hoo gaiss sudah lama aku tidak menuangkan isi pikiranku ke dalam blog ini. Malam ini aku mau berbagi cerita dan mungkin sedikit tips terkait jobseeker yang dulu pernah kulakukan. Dulu aku sempat menjadi jobseeker yang hampir desperate karena 4 bulan sudah jadi full time jobseeker tapi masih belum dapat kerja. 

Awalnya aku jadi jobseeker yang sembarangan, which mean semua tempat aku lamar. Tapi, aku tetap gigih mencari profesi HRD hanya saja semua ranah aku coba. Ranah pendidikan, banking, perusahaan manufaktur, biro konsultasi, teknologi, fnb, dsb. Kemudian, aku mulai lebih memahami diri sendiri dan filter ranah-ranah yang lebih cocok dengan profilku. Sampai aku mendapati diriku lebih cocok di ranah perusahaan / industri. 

Setelah itu, aku mulai membuat tabel seperti dibawah ini

Tabel ini berguna supaya aku tahu berapa persentase fail or successku dari tempat yang sudah aku apply. Aku memberikan patokan bila tingkat keberhasilanku melewati seleksi berkas diatas 40% maka CV ku sudah good enough. Untuk teman-teman yang tingkat keberhasilan seleksi berkas dibawah 40% berarti kemungkinan besar CVnya belum good enough or tidak sesuai kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan (eks : perusahaan butuh kary yang punya SIM A tapi dirimu tidak pny) 

Next step, setelah lolos interview seleksi aku lihat juga succession rate dalam tahap psikotes dan interview user. Dulu aku sempat goyah saat menjalani step ini. Karena di beberapa tempat aku gagal di psikotes. Kemudian aku gali lagi aku gagal di psikotes karena kurang persiapan (kurang tidur, tidak sarapan, kurang latihan - di beberapa tempat ada soal tentang KURS dan Pajak jadi aku blm sempat latihan hitung menghitung dg cepat). 

Next step, interview user. Ada beberapa tempat dimana aku gagal di step ini. Mostly, aku gagal karena aku punya plan akan ambil S2 ketika financial stable dan mungkin beberapa perusahaan kurang suka dengan plan itu karena mereka ingin cari long time employee. Di step ini, aku sarankan tetap sampaikan apa adanya and just be yourself. But, ini adalah step paling penting dan paling tepat untuk branding dirimu sendiri. Sampaikan semua value-value dan apa yang spesial dari dirimu. Sampaikan juga area yang perlu dikembangkan dan apa solusimu. Jangan lupa minum dan berdoa dulu sebelum memulai sesi ini karena tingkat nervous bisa mempengaruhi hasil dari step ini. 

Sekian dulu yaa tipsnya. Nantikan cerita or tips lebih detail lainnya terkait dunia kerja. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koin Tanpa Angka

Se-spesial apa ya aku di hadapan Tuhan?