Se-spesial apa ya aku di hadapan Tuhan?
Se-spesial apa diriku?
Heran banget! Selama 22 tahun ini aku hidup di dunia, Tuhan selalu beri orang-orang baik di sekitarku. Padahal, setiap kali aku refleksi diri di malam hari rasanya banyak sekali perbuatan atau perkataanku yang melukai hati sesamaku. Tapi, Tuhan masih beri aku orang-orang yang baik di sekitarku.
First of all, my parents, mereka mungkin bukan orang yang bisa memberikan dorongan yang besar dalam konteks finansial. But, mereka sangat berperan besar membentukku menjadi perempuan yang mandiri seperti sekarang ini. Tuhan juga beri saudara perempuanku yang bisa ku jadikan role model dalam dunia akademik. Tuhan juga beri aku saudara laki-laki yang mendorongku menjadi perempuan yang lebih lemah lembut, lebih care, lebih penyayang, dsb.
Tidak hanya keluarga inti, di dunia kerja, Tuhan beri aku atasan yang baik banget. Atasan yang support dan mau mengajariku menjadi pribadi yang bisa mengembangkan potensi dengan maksimal.
Tidak hanya dalam 2 setting yaitu keluarga inti dan dunia kerja. Tuhan juga beri aku sahabat yang baik, tempat aku bisa menceritakan apapun yang ada di pikiranku dari hal random sampai hal serius yang mempengaruhi keputusan penting dalam hidupku. Bahkan, Tuhan juga memberikanku mantan yang baik, even though aku banyak buat salah sama dia, aku jahat sama dia, dia tetap berbuat baik sama aku. So, se- spesial apa diriku di hadapan Tuhan? Se-spesial apa aku yang sering berbuat jahat sama orang lain ini dikelilingi oleh orang-orang yang super baik banget? Se-spesial apa aku yang bahkan masih jahat sama diriku sendiri dikelilingi orang yang baik?
Komentar
Posting Komentar