hufftt stay at home bikin aku bosan

Stay at home


Minggu pertama minggu kedua hari-hariku terisi dengan "culture shock" yaap aku bingung biasanya aku bisa melakukan aktivitas seperti biasa berangkat kuliah di pagi hari, bertemu teman, mengikuti pelajaran di kelas, bertemu dosen, makan di kantin bareng temen, dan melakukan aktivitas lainnya. tiba-tiba di hari Senin pagi semuanya berubah, kampusku mengeluarkan keputusan untuk mulai melakukan pembelajaran secara daring / online. Sehari dua hari aku happy aku tidak perlu bangun pagi jalan kaki ke kampus dan mengikuti pelajaran yang membosankan. Seminggu berlalu aku mulai terpaksa membiasakan diriku untuk jauh dari aktivitas sosial. Jujur ini semakin berat buatku, biasanya aku bisa aktif mengikuti kegiatan organisasi di kampus, aku bisa jalan-jalan kesana kemari berkeliling kota dengan teman-temanku, aku bisa hadir di acara-acara tertentu yang melibatkan banyak orang, aku bisa jalan ke mall, nonton bioskop, shopping, ke cafe, dll.

Mulai memasukki minggu ketiga aku mulai terbiasa dengan kuliah online, tubuhku mulai siap menerima tugas yang bertubi-tubi bahkan terkadang laptopku menunjukkan tanda-tanda ketumbangan karena tak mampu menahan beban seharian menemaniku mengerjakan tugas. Aku juga mulai merenungkan banyak waktu dan hal-hal yang kusia-siakan selama ini. Aku sering bermain hape pada saat dosenku menjelaskan di kelas, aku sering tertidur di kelas, aku sering menunda keinginanku nonton di mall, aku sering menunda pertemuan singkat dengan teman ketika jadwal kuliah sibuk, dan masih banyak momen waktu lainnya yang aku sia-siakan.

Seiring berjalannya waktu, aku bersyukur dengan stay at home aku bisa memanjakan diriku sendiri, aku bisa mengembangkan talent ku, aku bisa me time lebih lama, aku bisa mencoba hal-hal baru, bahkan aku bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang sebelumnya hanya say hallo denganku. Sekarang aku menyadari kalau aku tidak melewati periode waktu stay at home aku tidak tahu kalau aku bisa menuangkan pikiranku ke dalam blog, aku tidak tahu kalau aku bisa buat kue, aku tidak sempat mencoba memasak masakan yang unik, aku tidak bisa menghabiskan banyak waktuku dengan keluargaku, dll.

Aku sadar Tuhan punya kuasa untuk memutar keadaan 180 derajat, aku sadar banyak waktu yang terbuang sia-sia selama ini, aku sadar betapa berharganya waktu yang kita habiskan dengan orang-orang yang kita sayangi, aku sadar rasa syukurku pada Tuhan masih terlalu sedikit.

"nggak semua yang kita anggap buruk hanya berdampak negatif pada kehidupan kita, mungkin kita yang terlambat memandang sisi positifnya."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khusus buat Jobseeker

Koin Tanpa Angka

Se-spesial apa ya aku di hadapan Tuhan?